Negara Indonesia lahir melalui perjuangan yang panjang melawan penjajah dengan pengorbanan para pahlawan-pahlawan mengusir penjajah yang mencoba menguasai wilayah dan hasil bumi kita. Dimulai dari Negara Portugis, yang pertama kali tiba di Malaka pada tahun 1509 dan berhasil menguasai Malaka dengan dipimpin oleh Alfonso de Alberqueque. Setelah menguasai Malaka, Portugis mulai mengembangkan perluasan wilayah jajahannya di Madura hingga ke Ternate. Berbagai perlawanan yang dilakukan oleh Bangsa kita untuk mengusir para penjajah tersebut, salah satunya adalah perlawanan Fatahillah yang berasal dari Demak di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta). Fatahillah berhasil memukul mundur Portugis dan mengambil alih Sunda Kelapa yang kemudian namanya diubah oleh Fatahillah menjadi Jayakarta. Pada tahun 1602 Belanda mulai memasuki Indonesia dan masa penjajahan Portugis pun berakhir. Belanda masuk ke Indonesia melaui Banten dibwah pimpinan Cornelius de Houtman. Dengan tujuan ingin menguasai rempah-rempah Indonesia kemudian pada tahun 1602 tersebut Belanda mendirikan Verenigde Dostindische Compagnie (VOC) di Banten. Karena pasar Banten mendapat persaingan dari Tionghoa dan Inggris maka kantor VOC pindah ke Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan VOC mendapat perlawanan dari Sutan Hasanuddin. Berbagai perjanjian pun dibuat. Salah satu perjanjian yang terkenal yaitu perjanjian Bongaya. Namun Sultan Hasanuddin melanggar perjanjian tersebut dan mengadakan perlawanan dengan Belanda. Setelah berpindah-pindah tempat, sampailah VOC di Yogyakarta dan membuat perjanjian Giyanti yang isinya VOC mengakui Mangkubumi sebagai Sultan Hamengkubuwono I. Bubarnya VOC ditandai dengan kekalahan Belanda terhadap Perancis pada tahun 1800.
![]() |
| Tentara Belanda di Indonesia |
Dengan dibubarkannya VOC tidak membuat Belanda meninggalkan Indonesia. Belanda kemudian menunjuk Deandels sebagai gubernur Negara Hindia Belanda. Pada masa Deandels, rakyat dipaksa untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan. Masa Pemerintahan Deandels tidak berlangsung lama dan digantikan oleh Johannes Van den Bosch. Van Den Bosch menerapkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa ini masyarakat di tuntut untuk menanam berbagai komoditi ekspor seperti kopi, tebu dan nila untuk dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang rendah.
Setelah 350 tahun Belanda menguasai Indonesia akhirnya pemerintahan Belanda digantikan oleh Negara Jepang. Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang melalui perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama menguasai Indonesia, Jepang yelah mendirikan beberapa organisasi diantaranya PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (Pasukan Indonesia Untuk Jepang), PUTERA dan Jawa Hokokai sebagai pengganti PUTERA.
Pemerintahan Jepang berakhir setelah Jepang kalah dari perlawanan tentara sekutu pada perang duni II yang ditandai dengan dijatuhkannya bom nuklir di dua wilayah di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Setelah kekalahan Jepang terdengar di Indonesia maka segeralah dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Bangsa Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Radjiman Widyodiningrat. Bersambung.....
![]() |
| Tentara Jepang di Indonesia |
Pemerintahan Jepang berakhir setelah Jepang kalah dari perlawanan tentara sekutu pada perang duni II yang ditandai dengan dijatuhkannya bom nuklir di dua wilayah di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Setelah kekalahan Jepang terdengar di Indonesia maka segeralah dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Bangsa Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Radjiman Widyodiningrat. Bersambung.....

